_dsc0175_result_result

Pentingnya Memelihara dan Mengembangkan Lakon Panji (Bagian 4 dari serial artikel seputar lakon Panji)

Menyoal tentang cerita Panji, sejumlah pertanyaan pantas untuk diajukan. Sejauh mana lakon tersebut pada masa kini memiliki arti penting sebagai bagian aset budaya Indonesia? Seperti apa juga kah nasib cerita Panji ke depannya, makin terpinggirkan oleh cerita-cerita yang lebih modern dan lebih populer, ataukah justru dapat kembali mekar dan menarik perharian khalayak ramai?

Continue reading

_dsc0272_result_result

Cerita Panji dalam Relief di Gambyok (Bagian 2 dari serial artikel seputar lakon Panji)

Seringkali, orang menyatakan bahwa ciri utama tokoh Panji dalam penggambaran relief dan arca adalah jika ada figur pria yang digambarkan memakai topi tekes, topi mirip blangkon Jawa, tapi tanpa tonjolan di belakang kepala. Itu sedikit banyak lebih mirip dengan blangkon gaya Surakarta. Badan bagian atas tokoh tersebut digambarkan tidak mengenakan pakaian, sedangkan bagian bawahnya digambarkan memakai kain yang dilipat-lipat hingga menutupi paha.

Continue reading

negarakertagama

Nagarakretagama dan Kutaramanawa

NAGARAKRETAGAMA yang ditulis Mpu Prapanca kiranya adalah sebuah kitab terpenting yang dihasilkan oleh era Majapahit. Berkat kitab yang berjudul asli Desawarnana tersebut, banyak seluk-beluk kehidupan zaman Majapahit, khususnya pada sekitar masa pemerintahan Maharaja Hayam Wuruk, dapat diketahui dengan cukup rinci. Itu antara lain berupa uraian tentang keluarga raja, deskripsi mengenai ibukota Majapahit, rincian tentang negara-negara bagian Majapahit di Jawa Timur dan Jawa Tengah,daerah-daerah vazal Majapahit di Luar Jawa, risalah mengenai lawatan keliling negara oleh Hayam Wuruk, negara-negara jiran Majapahit di kawasan Asia Tenggara, juga upacara-upacara agama dan adat yang dihelat keluarga raja. Tuturan sejarah mengenai Majapahit yang sebelum penghujung abad XIX sekadar bersumberkan isi kitab-kitab dari era kerajaan-kerajaan Islam serta cerita-cerita rakyat yang beredar secara lisan lantas beroleh pengayaan, atau sebenarnya malah serangkaian verifikasi dan koreksi.

Continue reading