<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ullen Sentalu &#187; Lisa Andriani</title>
	<atom:link href="http://blog.ullensentalu.com/author/lisaandriani/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.ullensentalu.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 May 2020 01:40:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.40</generator>
	<item>
		<title>Kanjeng Kyai Tunggul Wulung, Sang Pusaka Tolak Bala di Masa Pageblug</title>
		<link>http://blog.ullensentalu.com/kanjeng-kyai-tunggul-wulung-sang-pusaka-tolak-bala-di-masa-pageblug/</link>
		<comments>http://blog.ullensentalu.com/kanjeng-kyai-tunggul-wulung-sang-pusaka-tolak-bala-di-masa-pageblug/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2020 02:49:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Lisa Andriani]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ullensentalu.com/?p=807</guid>
		<description><![CDATA[TAKUT dan khawatir pasti menghantui setiap masyarakat yang diserang wabah penyakit. Terutama di masa ketika pengobatan dan tenaga medis belum memadai. Mereka tidak tahu kapan nyawanya akan diambil, malam ataukah siang, subuh ataukah senja. Di tengah masa pageblug seperti itulah, kraton sebagai pusat peradaban masyarakat Jawa hadir menjadi penenang. Maklumlah kepercayaan akan hal-hal supranatural masih [&#8230;]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.ullensentalu.com/kanjeng-kyai-tunggul-wulung-sang-pusaka-tolak-bala-di-masa-pageblug/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wabah Penyakit Menular di Tanah Jawa (Bag. 3)</title>
		<link>http://blog.ullensentalu.com/wabah-penyakit-menular-di-tanah-jawa-bag-3/</link>
		<comments>http://blog.ullensentalu.com/wabah-penyakit-menular-di-tanah-jawa-bag-3/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2020 02:31:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Lisa Andriani]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ullensentalu.com/?p=799</guid>
		<description><![CDATA[WABAH penyakit mulai dari tingkatan endemi, epidemi, atau pun pandemi nyatanya acap tak pilih-pilih orang untuk dijangkitinya. Manakala wabah sudah merebak luas, setiap orang dari berbagai latar belakang, entah itu secara ras maupun etnis, kelas ekonomi maupun sosial dan pendidikan, hingga jenis kelamin maupun tingkatan usia, punya kans untuk terpapar dan bahkan dibuat terkapar. Hal [&#8230;]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.ullensentalu.com/wabah-penyakit-menular-di-tanah-jawa-bag-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wabah Penyakit Menular di Tanah Jawa (Bag. 2)</title>
		<link>http://blog.ullensentalu.com/wabah-penyakit-menular-di-tanah-jawa-bag-2/</link>
		<comments>http://blog.ullensentalu.com/wabah-penyakit-menular-di-tanah-jawa-bag-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2020 02:34:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Lisa Andriani]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ullensentalu.com/?p=795</guid>
		<description><![CDATA[SEPANJANG tahun-tahun eksisnya VOC serta era Hindia Belanda, tidak hanya penduduk pribumi yang merasa terancam oleh wabah-wabah yang bergantian menjangkiti Jawa. Itu juga menjadi ketakutan tersendiri bagi warga Eropa yang menetap di Jawa. Bagi orang Barat yang mendatangi atau bahkan bermukim di Jawa kala itu, malaria merupakan suatu hantu wabah yang tak bosan menebar teror. [&#8230;]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.ullensentalu.com/wabah-penyakit-menular-di-tanah-jawa-bag-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wabah Penyakit Menular di Tanah Jawa (bag. I)</title>
		<link>http://blog.ullensentalu.com/wabah-penyakit-menular-di-tanah-jawa-bag-i/</link>
		<comments>http://blog.ullensentalu.com/wabah-penyakit-menular-di-tanah-jawa-bag-i/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2020 02:56:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Lisa Andriani]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ullensentalu.com/?p=792</guid>
		<description><![CDATA[“…Jawa dari tahun 1625 sampai 1627 ditimpa oleh penyakit berat dan menular yang merongrong kesejahteraan dan kekuatan rakyat.” H.J de Graaf dalam bukunya, Puncak Kekuasaan Mataram: Politik Ekspansi Sultan Agung hal. 136. &#160;                 De Graaf menuliskan bahwa kegiatan kemiliteran sang maharaja Mataram, Sultan Agung, mengalami kemunduran pasca ekspansi ke Surabaya salah satunya diakibatkan oleh [&#8230;]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.ullensentalu.com/wabah-penyakit-menular-di-tanah-jawa-bag-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aturan tentang Lingkungan dalam Masyarakat Jawa Kuna (bagian 2)</title>
		<link>http://blog.ullensentalu.com/aturan-tentang-lingkungan-dalam-masyarakat-jawa-kuna-bagian-2/</link>
		<comments>http://blog.ullensentalu.com/aturan-tentang-lingkungan-dalam-masyarakat-jawa-kuna-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2020 06:11:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Lisa Andriani]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ullensentalu.com/?p=781</guid>
		<description><![CDATA[“…Karena mereka menjaga hutan alang-alang di Gunung Lejar, maka mereka haruslah dibebaskan dari pajak apa pun… ” Titah resmi Bhatara Hyang Wisesa, Wikramawarddhana, untuk masyarakat Desa Katiden sebagaimana tercantum dalam Prasasti Katiden II (1395 M) &#160; Sebagaimana dapat dibaca dari nukilan Prasasti Katiden II yang diterbitkan pada tujuh abad silam, penduduk Desa Katiden dianugerahi hak [&#8230;]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.ullensentalu.com/aturan-tentang-lingkungan-dalam-masyarakat-jawa-kuna-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aturan tentang Lingkungan dalam Masyarakat Jawa Kuna  (bagian 1)</title>
		<link>http://blog.ullensentalu.com/aturan-tentang-lingkungan-dalam-masyarakat-jawa-kuna-bagian-1/</link>
		<comments>http://blog.ullensentalu.com/aturan-tentang-lingkungan-dalam-masyarakat-jawa-kuna-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2020 05:51:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Lisa Andriani]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ullensentalu.com/?p=778</guid>
		<description><![CDATA[“Terutama ladang dan sawah segala tanam-tanaman, agar tetap subur, peliharalah,” Sabda dari Bhre Wengker, Wijayarajasa, dalam suatu perayaan besar bulan Caitra pada era Maharaja Hayam Wuruk (pupuh LXXXVIII kitab Desawarnana/Nagarakretagama)   Kata-kata yang dikutip di awal tadi tepatnya merupakan bagian amanat Wijayarasa, satu di antara enam orang paling berkuasa di Kemaharajaan Majapahit pada medio abad [&#8230;]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.ullensentalu.com/aturan-tentang-lingkungan-dalam-masyarakat-jawa-kuna-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Permainan Anak di Kraton Surakarta Abad XIX-XX</title>
		<link>http://blog.ullensentalu.com/permainan-anak-di-kraton-surakarta-abad-xix-xx/</link>
		<comments>http://blog.ullensentalu.com/permainan-anak-di-kraton-surakarta-abad-xix-xx/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Nov 2019 04:22:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Lisa Andriani]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ullensentalu.com/?p=754</guid>
		<description><![CDATA[“Permainan adalah asal usul dari kebudayaan” – Johan Huizinga, penulis buku Homo Ludens. Di dalam keputren, yaitu tempat tinggal para putri di kraton, anak-anak berkumpul dan bermain bersama. Tidak hanya para putri raja, putra raja yang belum akil baliq juga tinggal di sini. Di sudut area kraton ini sering dipenuhi dengan gelak tawa mereka yang [&#8230;]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.ullensentalu.com/permainan-anak-di-kraton-surakarta-abad-xix-xx/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahasa Persatuan Bangsa: Dari Bahasa Melayu ke Bahasa Indonesia</title>
		<link>http://blog.ullensentalu.com/bahasa-persatuan-bangsa-dari-bahasa-melayu-ke-bahasa-indonesia/</link>
		<comments>http://blog.ullensentalu.com/bahasa-persatuan-bangsa-dari-bahasa-melayu-ke-bahasa-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Oct 2019 08:05:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Lisa Andriani]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ullensentalu.com/?p=725</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kami putra-putri Indonesia, mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia. Kami putra-putri Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia. Kami putra-putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.&#8221;  Di dalam ruang Kongres Pemuda ke-II, 28 Oktober 1928, para pemuda memutuskan 3 poin penting di atas mengenai cita-cita berdirinya negara Indonesia, atau dikenal sebagai Sumpah Pemuda. Poin terakhir [&#8230;]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.ullensentalu.com/bahasa-persatuan-bangsa-dari-bahasa-melayu-ke-bahasa-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
