All posts by Yosef Kelik

negarakertagama

Nagarakretagama dan Kutaramanawa

NAGARAKRETAGAMA yang ditulis Mpu Prapanca kiranya adalah sebuah kitab terpenting yang dihasilkan oleh era Majapahit. Berkat kitab yang berjudul asli Desawarnana tersebut, banyak seluk-beluk kehidupan zaman Majapahit, khususnya pada sekitar masa pemerintahan Maharaja Hayam Wuruk, dapat diketahui dengan cukup rinci. Itu antara lain berupa uraian tentang keluarga raja, deskripsi mengenai ibukota Majapahit, rincian tentang negara-negara bagian Majapahit di Jawa Timur dan Jawa Tengah,daerah-daerah vazal Majapahit di Luar Jawa, risalah mengenai lawatan keliling negara oleh Hayam Wuruk, negara-negara jiran Majapahit di kawasan Asia Tenggara, juga upacara-upacara agama dan adat yang dihelat keluarga raja. Tuturan sejarah mengenai Majapahit yang sebelum penghujung abad XIX sekadar bersumberkan isi kitab-kitab dari era kerajaan-kerajaan Islam serta cerita-cerita rakyat yang beredar secara lisan lantas beroleh pengayaan, atau sebenarnya malah serangkaian verifikasi dan koreksi.

Continue reading

makanan2

14 Makanan dan Minuman yang Sudah Ada Zaman Jawa Kuno (Bagian 1)

SUKA sama kuliner tradisional Jawa? Di antara aneka makanan-minuman tradisional Jawa, ternyata ada 14 macam yang umurnya sudah berabad-abad atau malah sudah lebih dari 1.000 tahun. Itu artinya makanan-minuman itu berasal dari zaman Gajah Mada masih menjabat sebagai mahapatih amangkubhumi di Majapahit, bahkan berasal dari zaman ketika candi-candi di Kompleks Percandian Prambanan sedang disusun batu-batunya. Empat belas makanan-minuman tersebut masih tetap populer di dalam masyarakat zaman Indonesia sekarang. Keluarga-keluarga Indonesia masih lazim mengolah dan menghidangkan makanan-minuman itu di rumah mereka. Di banyak tempat pun masih ada pedagang yang menjual makanan-minuman itu. Bahkan, ada beberapa dari 14 makanan-minuman itu terkenal menjadi kuliner khas sejumlah kota . Berikut ini 14 makanan-minuman yang sudah ada sedari zaman Jawa Kuno sebagaimana diterangkan oleh Prof Dr Timbul Haryono, Guru Besar Arkeologi Universitas Gadjah Mada, pada 6 Juni 2015:

Continue reading

hjawa1

Sistem Aksara nan Istimewa Bernama Hanacaraka

TEPAT di ujung area Guwa Selagiri di Museum Ullen Sentalu, sudah dekat sekali dengan pintu keluar yang menjadi akses ke area Kampung Kambang, tergantung sebingkai displai pamer yang sangat bersahaja. Sungguh kalah gebyar dengan displai-displai lain di sekelilingnya: lukisan besar Gusti Nurul sebagai penunggang kuda, potret-potret lawas dari BRAy Partini Djajadiningrat, juga foto-foto kuno tentang keluarga KGPAA Mangkunegoro VII dan GKR Timur. Displai di dekat pintu keluar tadi cuma menampilkan susunan sistem aksara asli Jawa yang galib disebut sebagai hanacaraka. Terdiri dari 20 aksara yang terbagi menjadi 4 larik. Tepat di bawah masing-masing aksaranya ada terjemahan bunyinya menurut alfabet Latin:

Continue reading