Jiwa Satria dalam Beksan Lawung Ageng

Jiwa Satria dalam Beksan Lawung Ageng

Gerakan tombak yang gagah diiringi teriakan dan alunan gending yang cepat dan menghentak menguggah semangat para penonton yang sedang menikmati tarian Beksan Lawung Ageng. Tarian Beksan Lawung Ageng ini diciptakan oleh Sultan Hamengku Buwono I.

Tarian ini menggambarkan latihan perang bertombak(lawung) yang dilakukan oleh para satria.Pada tarian ini terkandung nilai satria dan heroik. Iringan yang digunakan adalah gending Gangsaran yang merupakan gending penyemangat perang. Tidak heran memberi kesan gagah perkasa, agung dan semangat juang yang tinggi.Beksan lawung biasanya dipentaskan pada acara/ upacara penting, seperti menyambut tamu, dan pernikahan keluarga keraton.

Beksan Lawung Ageng dibawakan oleh 16 penari pria dengan formasi sebagai berikut Botoh 2 orang , salaotho (abdi pelawak) 2 orang,lurah 4 orang, jajar 4 orang, dan pengampil 4 orang (pembawa tombak).Jika formasi penari dikurangi, namanya pun menjadi Lawung Alit. Pengurangan bisa dilakukan dengan penampilan 4 jajar saja, 4 lurah saja, atau tambah 2 orang botoh.