hjawa1

Sistem Aksara nan Istimewa Bernama Hanacaraka

TEPAT di ujung area Guwa Selagiri di Museum Ullen Sentalu, sudah dekat sekali dengan pintu keluar yang menjadi akses ke area Kampung Kambang, tergantung sebingkai displai pamer yang sangat bersahaja. Sungguh kalah gebyar dengan displai-displai lain di sekelilingnya: lukisan besar Gusti Nurul sebagai penunggang kuda, potret-potret lawas dari BRAy Partini Djajadiningrat, juga foto-foto kuno tentang keluarga KGPAA Mangkunegoro VII dan GKR Timur. Displai di dekat pintu keluar tadi cuma menampilkan susunan sistem aksara asli Jawa yang galib disebut sebagai hanacaraka. Terdiri dari 20 aksara yang terbagi menjadi 4 larik. Tepat di bawah masing-masing aksaranya ada terjemahan bunyinya menurut alfabet Latin:

Continue reading

Monumen Cinta Bernama Candi Plaosan

Jika India memiliki Taj Mahal sebagai bukti perwujudan cinta Shah Jahan untuk sang istri, maka Indonesia memiliki Candi Plaosan sebagai bukti kekuatan cinta antara dua insan yang berbeda keyakinan. Kisah cinta dua insan ini berawal dari pernikahan antara Pramodhawardani, putri Raja Samarattungga yang memeluk agama Buddha dengan Rakai Pikatan yang memeluk agama Hindu. Alhasil dari pernikahan beda agama ini kelak akan tercipta arsitektur yang bernafaskan hindu budha. Rakai Pikatan yang menghormati keyakinan istrinya, membantu proses pembangunan Candi Plaosan.Sedangkan Rakai Pikatan sendiri di masa kejayaannya berhasil menyelesaikan pembangunan Candi Hindu terlengkap di Nusantara yaitu Candi Prambanan.

Continue reading

Imogiri Persemayaman Akhir Sang Raja

imogiri2Imogiri terletak di sebelah selatan kota Yogyakarta, tepatnya Kecamatan Imogiri Bantul. Makam ini merupakan komplek pemakaman raja-raja Mataram. Sebelum masa pemerintahan Sultan Agung, kerabat keraton Mataram yang meninggal dimakamkan di sekitar istana Kotagede. Gagasan pembangunan komplek pemakaman baru muncul pada masa pemerintahan Sultan Agung, raja Mataram ketiga. Sebagai seorang raja yang mampu menguasai hampir seluruh Pulau Jawa pada masa itu, beliau berkeinginan agar kebesaran namanya tetap dikenang oleh rakyat Mataram dan generasi penerusnya.

Continue reading