Candi Borobudur

Candi Borobudur

 

Lokasi: Desa Borobudur, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah
Koordinat: 7° 36’ 28,000″ LS 110° 12’ 13,000″ BT
Ketinggian: 265 dpl

Pada tahun 1991, Candi Borobudur ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia (World Cultural Heritage). Letak Candi yang berada di sebuah bukit antara bukit Dagi dan sebuah bukit kecil lainnya serta berada di sebelah selatan Bukit Menoreh menjadi menarik karena terletak pada satu garis lurus dengan candi Buddha lainnya, yaitu Candi Pawon dan Candi Mendut.

Selain terletak di atas bukit atau tempat yang ditinggikan, Candi Borobudur juga berada di dekat pertemuan dua buah sungai (Sungai Progo dan Sungai Elo). Merupakan pilihan yang tepat sebagaimana dituliskan dalam aturan pegangan para seniman agama di India.

Tidak ada keterangan pasti kapan Candi Borobudur didirikan. Namun dari penelitian bentuk huruf Jawa Kuno yang dipakai untuk menuliskan inskripsi pendek-pendek di atas panil relief diperkirakan berasal dari abad IX.

Mengenai latar belakang keagamaan Candi Borobudur – dari struktur dan relief yang dipahat pada dinding candi disimpulkan bahwa latar belakang agama Candi Borobudur adalah perpaduan ajaran agama Buddha Mahayana dengan Tantrayana, dengan meditasi filsafat Yogacara.

candi-borobudur

Sumber:
Candi Indonesia, Seri Jawa
Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman
Direktorat Jenderal Kebudayaan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan – 2013

Foto: Ullen Sentalu

Candi Gedongsongo

Candi Gedongsongo


Lokasi: Desa Candi, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah
Koordinat: 7° 13’ 36,000″ LS 110° 20’ 24,000″ BT
Ketinggian: 1318 dpl

Candi Gedongsongo merupakan kompleks candi yang tersusun mengelilingi lembah yang masih aktif di lereng Gunung Ungaran. Dari namanya, Candi Gedongsongo dapat diartikan gedung yang berjumlah sembilan, terbagi dalam 3 kelompok candi.

Candi Gedongsongo merupakan kompleks candi yang bersifat agama Hindu-Siwa dan tidak diketahui secara pasti kapan kompleks candi tersebut dibangun, Namun dari ciri arsitekturalnya (struktur dan ragam hias), Candi Gedongsongo diperkirakan dibangun pada abad ke-8, sedikit lebih muda dari Candi Dieng, yaitu pada masa kerajaan Mataram Kuno.

candi-gedongsongo

Sumber:
Candi Indonesia, Seri Jawa
Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman
Direktorat Jenderal Kebudayaan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan – 2013

Foto: Ullen Sentalu

Candi Dieng

Candi Dieng

 

Lokasi: Desa Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah
Koordinat: 7° 12’ 18,144″ LS 109° 54’ 24,552″ BT
Ketinggian: 2033 dpl

Candi Dieng merupakan kompleks candi yang bersifat agama Hindu-Siwa, berjumlah sekitar 8 candi yang diduga berasal dari abad 8-10 Masehi berdasarkan prasasti yang ditemukan di dalam kompleks candi berangka tahun 713 Saka atau 809 M. Namun ada dugaan candi-candi tersebut lebih tua usianya.

Candi-candi dalam kompleks Candi Dieng diberi nama tokoh pewayangan, yaitu: Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, Candi Sembadra, Candi Bima, Candi Dwarawati dan Candi Gatotkaca. Dari nama wayang diduga penamaan candi bukan nama asli candi-candi tersebut, karena adanya nama punawakan Semar yang bukan merupakan tokoh wayang asli tokoh Mahabarata India.

candi-dieng

Sumber:
Candi Indonesia, Seri Jawa
Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman
Direktorat Jenderal Kebudayaan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan – 2013

Foto: Ullen Sentalu